rtertert

  • Post Title

    Category

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer…

    ’Buton’

  • Post Title

    Category

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer…

    ’Buton’

  • Welcome to my blogger friends
    Fun Lucky

    Total Pageviews

    You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

    Blogger news

    Search

    Blogger templates

    Blogroll

    Apa yang harus diperbaiki dalam blog ini?

    Powered By Blogger
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Popular Posts

    About Me

    Foto Saya
    cha_icha
    saya adalah seseorang yang memiliki ciri tersendiri... bagaimanapun saya, hanya mereka (orang" yang mengenal serta mengerti saya) yang tahu akan diri saya...
    Lihat profil lengkapku

    About Me

    Foto Saya
    cha_icha
    saya adalah seseorang yang memiliki ciri tersendiri... bagaimanapun saya, hanya mereka (orang" yang mengenal serta mengerti saya) yang tahu akan diri saya...
    Lihat profil lengkapku

    Followers

    Entri Populer

    Sabtu, 03 Desember 2011

    Taukah Kita ?


    “Teh Poci”

    D:\Tehpoci2.jpgDidapatkan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Seperti di kota Jogja. Setiap malam, terutama sepanjang jalan Malioboro, akan terlihat banyak sekali tempat-tempat minum teh yang biasa disebut “angkringan”. Masyarakat dari berbagai kalangan dan status sosial seperti pengemudi becak, pedagang asongan, seniman dan pelajar/mahasiswa,tak segan-segan berkumpul dan mengobrol dengan santainya di tempat ini.

    Angkringan ini awalnya hanya tempat untuk minum teh sambil mengaso, tetapi pada perkembangannya, angkringan juga berfungsi sebagai warung makan sekaligus tempat bersantai. Walaupun sudah tersedia aneka macam makanan dan minuman, “wedang teh” tetap menjadi menu utama dari angkringan ini. Miniman teh yang menjadi favorit para pengunjung adalah “Nasgitel”, kepanjangan dari “panas-legi-kenthel”atau “panas manis dan kental”.
    D:\angkringan_4.jpgJenis teh dan cara meminum hidangan :
    Nasgitel menggunakan “teh merah” atau “teh hitam” yang dipadu dengan ”gula batu” yang sangat manis. Penyajiannya biasanya berupa kotokan (daun teh kering) yang diseduh dengan air mendidih, disajikan dalam gelas plus beberapa butir gula batu yang disajikan berbeda.
    Setelah seduhan teh dihidangkan, pelanggan biasanya segera mencemplungkan gula batu kedalamnya. Proses ini sampai dengan wedang teh siap diminum memerlukan waktu ± 10 menit, sambil menunggu biasanya pelanggan akan menikmati maknan kecil seperti ketela goreng, pisang goreng, singkong rebus, uli (juadah) dan lain sebagainya.
    Uniknya, para pedegang angkringan tidak pernah mempermasalahkan waktu. Para pelanggan seringkali menikmati teh semalam suntuk sambil mendengarkan siaran radio yang dibawa oleh pedagang angkringan tersebut. Tanpa rasa kesal, pedagang angkringan akan tetap melayani walaupun tagihannya tidak lebih dari sepuluh ribu rupiah per orang.

    0 komentar:

    Posting Komentar